Senin, 06 Januari 2014

Biografi singkat Avenged Sevenfold

Avenged Sevenfold dibentuk pada tahun 1999 di Huntington Beach, California dengan anggota asli M. Shadows, Zacky Vengeance, The Rev (Jimmy Owen Sullivan) dan Matt Wendt. Merkea memberi nama band berdasarkan cerita Cain dan Abel dari Bibel (kitab). Saat pembentukannya, masing-masing anggota band ini memakai nama samaran yang juga merupakan nama panggilan mereka saat bersekolah di Sekolah Menegah Atas. Sebelum merilis album debut mereka, band ini merekam dua demo pada tahun 1999 dan 2000.


Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.


Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet, direkam ketika para anggota band masih berumur delapan belas tahun dan juga masih bersekolah di sekolah menengah atas. Album ini pada awalnya dirilis oleh perusahaan label pertama mereka, Good Life Record pada tahun 2001. Setelah Synyster Gates bergabung  pada akhir 1999, Lagu "To End the Rapture" direkam ulang oleh personil yang utuh. Album ini kemudian dirilis ulang pada Hopeless Records pada tahun 2002. Setelah bassis keempat mereka, Johnny Christ bergabung secara permanen, mereka merilis album Waking the Fallen di Hopeless Records pada  Agustus 2003. Band menerima pengakuan oleh Billboard dan The Boston Globe, dan juga bermain di "Vans Warped Tour". Pada tahun 2004, Avenged Sevenfold mengadakan tur kembali di "Vans Warped Tour" dan merekam video untuk lagu "Unholy Confessions " yang masuk tangga lagu di MTV2's Headbanger's Ball. Tak lama setelah merilis Waking the Fallen, Avenged Sevenfold meninggalkan Hopeless Records dan menandatangani kontrak yang diajukan oleh Warner Bros.



Tahun 2007, mereka kembali masuk studio untuk merekam lagu terbaru mereka untuk studio album ke-5 mereka yang bertajuk Avenged Sevenfold. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia.

Keberhasilan Avenged Sevenfold membuat mereka diundang dalam sebuah acara bertajuk Ozzfest di panggung utama, disejajarkan dengan band Metal lain yang telah terkenal lebih dulu, seperti Dragonforce, Lacuna Coil, Hatebreed, Disturbed, dan System of a Down. Pada tahun yang sama mereka juga menyelesaikan tur di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Britania Raya (serta daratan Eropa), Jepang, Australia dan Selandia Baru.

Masa-masa kelam A7x dimulai. Pada tanggal 28 Desember 2009 drummer James”The Rev”Sullivan ditemukan meninggal di rumahnya pada umur 28 tahun. Hasi otopsi tidak dapat disimpulkan. Namun tanggal 9 juni 2010 diumumkan bahwa penyebab kematiannya adalah keracunan akibat penggunaan piskotropika yang dicampur – campur, sering juga disebut polydrug use atau “cross fading”. Dalam pernyataan dari anggota band lainnya, mereka turut berbela sungkawa atas meninggalnya The Rev dan meminta untuk menghormati privasi keluarganya:
It is with great sadness and heavy hearts that we tell you of the passing today of Jimmy “The Rev” Sullivan. Jimmy was not only one of the world’s best drummers, but more importantly he was our best friend and brother. Our thoughts and prayers go out to Jimmy’s family and we hope that you will respect their privacy during this difficult time.
Website resmi Avenged Sevenfold menampilkan pesan dari keluarga Sullivan yang menyatakan terima kasih kepada penggemarnya atas dukungan mereka:
“We would like to thank all of Jimmy’s fans for the heartfelt comments that have been posted – it is comforting to know that his genius and antics were appreciated and that he was loved so much. Our hearts are broken – he was much too young to fall. Óg agus saor go deo (forever young and free)”
Di samping itu komentar tentang kematian Sullivan, manajer band Larry Jacobson mengungkapkan bagaimana Sullivan adalah orang yang begitu baik terhadap semua orang. Jacobson berkata dalam wawancara itu:
He was expressive. He’d tell you how he felt about you — you didn’t wonder because he’d put his arm around you,” he said. “He knew how to tell his friends he loved them.
Selain Jacobson ada 50 lebih artis musik yang mengomentari tentang kematian The Rev. Pada tanggal 6 Januari 2010 jenazah di makamkan di lokasi yang dirahasiakan. Tanggal 5 Januari 2010,majalah kerrang! menulis artikel tentang kematian The Rev.Zacky Vegeance menunjukan perasaannya tentang kematian The Rev
Jimmy will always be with me in everything I do. Except sitting at home being sad, so today Im going to try to start living again. foREVer.” R.I.P The Rev

Pada 17 Februari 2010 Avenged Sevenfold menyatakan bahwa mereka telah memasuki studio, bersama dengan drummer Dream TheaterMike Portnoy untuk take drum (yang pada akhirnya mike portnoy keluar dari Dream Theater).Dalam rangka tour album Nightmare, Avenged Sevenfold kembali menghubungi Mike Portnoy yang pada saat itu telah menyelesaikan tour bersama Dream Theater untuk membantu mereka sebagai touring drummer. Kerjasama yang dijalin selama beberapa bulan ini berakhir pada akhir tahun 2010 sesuai dengan perjanjian yang sebelumnya telah dibuat bersama.


Pada Januari 2011, Avenged Sevenfold yang akan memulai tour kembali mencari drummer untuk membantu mereka. Teknisi drum The Rev mengusulkan seorang mantan drummer band metalcore Confide bernama Arin Ilejay. Dalam uji coba yang dijalaninya, Arin memberikan performa yang mengejutkan seluruh personil Avenged Sevenfold sehingga ia kemudian dipilih untuk menggantikan Mike Portnoy sebagai touring drummer sampai saat ini.

Di tahun 2013 lalu, avenged sevenfold kembali menelurkan album mereka yang bertajuk Hail to the King. Berisi 10 lagu plus 1 bonus track, hit single mereka yang dijadikan nama album cukup meledak di pasaran. Untuk rekaman album ini, telah sepenuhnya digarap bersama drummer 'baru', Arin Illejay.

Tentang genre yang diusung, banyak pihak yang mengutarakan perbedaan pendapat. Pada awal kemunculan band ini (album pertama), lagu-lagu mereka bernafaskan metalcore, dengan warna vokal yang menggeram dan beat, permainan gitar yang penuh distorsi, serta ketukan drum yang rapat. Namun hal itu berubah seiring perjalanan karir a7x. Terlebih pada penggarapan album self titled dan seterusnya, kematangan bermusik mereka semakin terlihat tanpa meninggalkan ciri khas pada lagu-lagunya. Vokal yang berat, melody gitar yang nyaris mengisi setiap bait lagu, serta ketukan drum yang unik telah menjadi patron avenged sevenfold dalam menciptakan karya-karya besar.

0 komentar:

Posting Komentar